Balik ke Awal
Sejarah Singkat

Ceritane Naka.

Dari kedai kopi keliling roda dua, sampai numpang wifi lupa pulang di kos-kosan.

Babak Pertama: Era Kedai Lurus

Awalnya banget, Naka Coffee itu bukan tempat nongkrong yang menetap kayak sekarang. Di tahun 2025, kami memulai semuanya dari jalanan kota Semarang. Namanya juga lucu: "Kedai Lurus", sebuah kedai kopi keliling sederhana yang dirakit di atas motor roda dua.

Kenapa namanya Kedai Lurus? Ya harapannya sederhana aja, biar jalannya lurus terus dan berkah. Waktu itu bener-bener modalnya cuma nekat dan tekad bulat. Nggak punya toko fisik, cuma bermodalkan mesin seduh manual, biji kopi, dan motor keliling.

Babak Kedua: Rebranding & Kos-kosan

Karena satu dan lain hal, owner akhirnya membulatkan tekad buat melakukan rebranding. Nama kedai motoran keliling ini diganti menjadi Naka Coffee. Masih dengan modal nekat yang sama, kami memutuskan untuk mencari tempat bernaung tetap.

Tapi karena budget waktu itu mepet banget, kami akhirnya menyewa satu petak kamar kos di area gang pemukiman padat penduduk. Kamar kos sempit itu kemudian kami sulap sedemikian rupa, dirapikan pelan-pelan biar jadi kedai kopi lucu-lucuan yang nyaman buat sekadar nyeduh dan ngobrol santai.

Babak Ketiga: Tumbuh Bareng Kalian

Seiring berjalannya waktu, atas kebaikan kalian yang sering mampir buat nongkrong, curhat, nail art, atau sekadar numpang wifi sampai lupa pulang, Naka mulai berkembang. Yang awalnya cuma satu kamar kos sempit, sekarang alhamdulillah kami bisa menyewa kamar kos lain di sebelahnya biar space nongkrong kalian lebih luas dan nyaman.

Naka juga sekarang dibantu sama 2 karyawan tepercaya yang siap menyeduh kopi terbaik dan nemenin kalian ngobrol. Dari motor keliling sampai jadi kedai kos-kosan, Naka tetep Naka yang dulu: sebuah ruang kecil buat cerita, ketawa, atau sekadar bengong melepas lelah.